Kasturabai, Isteri berbakti Mahatma Gandhi

February 12, 2007

Sangat banyak telah ditulis mengenai Mahatma Gandhi dan sangat sedikit mengenai istrinya yang bernama Kasturabai. Mohandas Karamchand Gandhi dan Kasturabai menikah dalam usia yang sangat muda dan dikarunia empat orang putera.

Tak ubahnya sebagai seorang pahlawan wanita dalam mendampingi Mahatma Gandhi sebagai seorang pejuang dan pahlawan rakyatnya, ia telah mengikuti suaminya masuk penjara dan menyesuaikan dirinya dengan kehidupan suaminya yaitu kebiasaanya dengan ikut berpuasa selama 3 minggu dalam waktu sebulan yang dilakukan oleh Mahatma Gandhi.

Bertahun-tahun Kasturabai melaksanakan tugasnya sebagai bendaharawati dari dana besar yang dikelola oleh Mahatma Gandhi untuk membiayai perjuangannya. Dana tersebut sangat besar dan membuat para suami menjadi sangat cemas melihat para istri mereka dengan sukarela menyerahkan bukan saja uang tetapi bahkan perhiasan-perhiasan yang sedang dipakai dengan memasukkannya dalam wadah-wadah rotan yang diedarkan , jika mereka menghadiri rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Mahatma Gandhi dalam menggalang dana untuk membiayai perjuangannya.

Namun pada suatu hari Kastarabai melaporkan kepada Gandhi bahwa ia kekurangan 4 rupi dan harus menerima amarah dari suaminya. “Mahatma atau bukan Mahatma,” kata seorang wanita Amerika yang kebetulan mendengar kisah ini, “saya akan menamparnya jika mendapat penghinaan seperti ini dari suami saya!”.

Namun Kastarubai tidak menganggap Mahatma Gandi sebagai suaminya melainkan terutama sebagai “guru” dan tokoh nasional. Dan dengan demikian ia mengganggap bahwa adalah hak sepenuhnya dari Gandhi untuk memarahinya jika ia membuat kesalahan.

Rasa hormatnya kepada Gandhi dinyatakan dalam kata-kata sebagai berikut: “ Saya berterimakasih mendapat kesempatan untuk selama hidup saya dapat membagi kehidupan saya dengan Anda. Saya berterimakasih atas pernikahan yang sempurna yang telah saya jalankan dalam hidup ini yang tidak hanya berdasarkan seks semata tetapi atas tujuan yang lebih luhur dan pengendalian diri. Saya berterimaksih bahwa Anda telah mengganggap saya sebagai teman seperjuangan yang sederajat untuk berbakti pada Negara India yang merdeka yang kita cita-citakan. Saya berterimakasih bahwa Anda tidak termasuk para suami yang menghabiskan waktunya dengan berjudi, wanita, dan kelakuan haram lainnya. Saya berterimaksih kepada Anda, karena tidak seperti banyak suami yang lain, mencampakan istrinya dan menggantikannya dengan yang lain setelah jemu dengan istri yang dinikahi semasa masih muda. Bagaimana besarnya berterimakasih saya kepada Tuhan mendapatkan suami yang melindungi dan telah memaafkan kesalahan-kesalahan saya ketika saya memberontak karena Anda telah memaksa saya untuk hidup sederhana yang tidak biasa saya lakukan dalam kehidupan mewah yang telah saya lakukan dahulu.

Ketika Anda mencapai sukses dalam perjuangan dan menjadi seorang yang sangat dihormati di India, Anda tidak mencampakkan saya seperti kebanyakan dari pemimpin-pemimpin lainnya yang meninggalkan istrinya demi kehormatan dan kenikmatan-kenikmatan dunia lainnya. Sedari semula saya percaya bahwa kita tetap akan dipersatukan oleh Tuhan dalam perkawinan ini sampai akhir hayat kita”.

Entry Filed under: Uncategorized. .



Leave a comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts

Archives