Kemana “arwah”-ku Berpulang ??
August 30, 2006
Terpicu oleh ke-gigihan negara Iran untuk mengolah energi nuklir dan cerita kejadian Armagedon yang sudah diambang pintu aku “ngelamun” walaupun lamunanku ini bisa menjadikan aku cuman bisa geleng2 kepala memikirkan lamunanku yang kelihatannya diawali oleh sikap kedunguan sementara manusia.
Iran siap untuk mulai mencangkok tenaga nuklir yang disiarkan bahwa tenaga ini diperlukan untuk perkembangan negara Iran dengan cara2 damai. Dipihak lain bahkan PBB pun mulai mengancam akan menerapkan embargonya apabila Iran tetap ngotot meneruskan projek nuklirnya. Apakah benar tenaga nuklir itu sebagai pembangkit tenaga bagi industri2nya atau untuk membuat senjata2 nuklir. Yang jelas Presiden Ahmadinejad sudah menyatakan bahwa negara Israel sebenarnya tidak layak untuk dibiarkan hidup dan berdiri.
Disamping itu Rusia yang punya 30 ribu peluru kendali nuklir sangat menakutkan pihak Barat. Jangan2 stock yang demikian besar dan dichawatirkan bahwa senjata ini bisa jatuh satu dua biji ketangan teroris.
Sebaliknya negara Israel sendiri di perkirakan juga sudah menimbun senjata2 nuklir. Senjata2 nuklir ini sudah siap tembak bila saatnya diperlukan untuk itu.
Apakah pertentangan, pergulatan antaran negara2 Arab, Iran, Syria vs Israel (yang dapat dukungan Barat) itu bisa di klasifikasi sebagai pertentangaan memperebutkan wilayah dan hegemoni atau ini adalah pertentangan yang lebih berbahaya yakni pertentangan agama. Karena pertentangan agama bisa membuat orang jadi lupa daratan.
Apa kaitannya dengan topik tulisan ini….”kemana arwahku akan ber”pulang” dengan sengketa Israel vs negara2 Muslim? Bisa aku ibaratkan bahwa clash antar agama, kalau itu bisa kita katakan begitu, ini ibaratnya sebagai dua gajah yang sedang berlaga. Apabila benar2 kedua belah pihak sudah siap menggunakan senjata2 nuklirnya. Yang jadi pertanyaan apabila clash ini bernuansa agama, kemana orang2 yang tidak ber-agama itu harus mencari keselamatan?
Sudah kita maklumi bahwa setiap negara sudah banyak yang bermulti dimensi dalam etnicitynya, ini terutama di negara2 Barat. Bagi negara yang homogin etnisitasnya seperti negara2 Arab bukan persoalan, tapi bagaimana dengan negara Barat. Bagaimana apabila terjadi perang habis2an alias terjadinya suatu armagedon alias kiamat? Kalau mereka(yang bersengketa) saling melempar senjata nuklir, rupanya tidak saja kubu2 agama yang saling berlaga itu jadi musnah, tapi bagaimana orang2 yang ber-agama lain bahkan yang tidak menggeluti agama? Apakah fair apabila mereka kena batunya?
Aku sebagai pihak yang diluar pertentangan agama (ini hipotesa) yang aku ketahui ialah yang beragama itu apabila tewas mereka akan diterima duduk disamping Tuhannya masing2. Aku jadi bingung, apa agama monotheis sekarang ini punya 2 Tuhan yang berlainan. Itu aku serahkan jawabannya kepada yang bersangkutan. Yang pasti yang berlaga dalam hari kiamat, masing2 meng-klaim akan mendapat pahala. masing2 semuanya yang berlaga akan masuk surga. Kubu2 yang berlaga berjibaku atas nama Tuhannya.
Yang jadi pertanyaan bagaimana nasib si orang yang punya agama penyembah berhala, penyembah dewa2 dan beraliran atheist?. Kemana arwah mereka harus pergi, setelah kesambet bom nuklir yang tak kenal mana kawan mana lawan? Inilah bisa dikatakan dengan rasa keprihatinan adanya suatu situasi yang sangat tidak fair.
Untungnya ada suatu contoh faktuil yang dapat aku sodorkan disini. Kejadian ini adalah kasus yang dinamakan NDE ( Near Death Experience) yang dialami oleh almarhum Kerry Packer beberapa tahun lalu. Kerry Packer yang doyan main kuda polo beberapa tahun lalu dia terjatuh dan mengalami serangan jantung berat. Dia diberitakan sudah di declare mati tapi entah dengan kesigapan dan tak putus asa dokter2 yang segera menangani malapetaka ini dia bisa siuman kembali. Kemudian dia mendapatkan pertolongan lebih lanjut dari Alm Dr Victor Chang ahli bedah jantung. Selang berapa lama dia cerita bahwa dia kembali dari kematian, tapi di “dunia sana”(dunia alam baka) dia tidak bisa menemukan apa2. Dari kejadian inilah dia tambah kuat anggapannya sebagai seorang atheist bahwa ………..”is nothing out there, nothing beyond our life” Ini kira2 yang pernah dia ucapkan.
Lantas bagaimana nantinya apabila kubu2 yang sedang berlaga itu setelah mereka tewas semua, akhir2nya hanya menemui ……sesuatu…..”is nothing out there” Apakah falsafah, agama mereka2 ini yang suka mau ber-bunuh2-an demi kebesaran Tuhannya….tidak akan kecewa!
Tapi mereka itu aku sarankan jangan kecewa……..saranku …….”make the most of your life while you are still alive”. Setelah ko-it sampeyan2 akan melongo menanti datangnya pahala.
Inilah sikapku yang cinta damai, yang hanya tunduk kepada Hukum Kepantasan yang Manusiawi di dunia fana ini.
Simple as that!
Entry Filed under: Uncategorized. .
1 Comment Add your own
Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
1. Sei Arisue | August 31st, 2006 at 5:28 am
Yang terpenting itu hidup, bukan mati…
Maka hiduplah demi cinta, bukan mati demi cinta…
Maka hiduplah demi menjalankan kebaikan ajaran Tuhanmu, bukan mati dengan membawa musuh (Tuhan?)mu…