Jangan ….

August 30, 2006

Jangan melihat kebelakang kalau anda ingin berjalan maju dan jangan pula anda berjalan terlalu jauh jika anda tidak akan kuat berjalan untuk pulang.Sesuatu yang paling mudah dicapai adalah kegagalan dan sesuatu yang susah untuk dicapai adalah keberhasilan. Semua yang ada didunia ini hanyalah maya yang tak abadi, jadi hanya sekejap kita dapat merasakannya .Kita takkan mengetahui apa yang akan terjadi nanti, besok, lusa, dan bulan depan maka berharaplah dengan penuh percaya diri dan yakin kalau kita bisa. Semua sudah ada yang mengatur oleh-Nya dan kita sebagai manusia hanya bisa berencana, sesuatu yang salah dan benar pernah kita lakukan tanpa sengaja ataupun tak sengaja karena manusia tak luput dari kesalahan dan tak ada manusia yang sempurna.

Aku sempat berpikir jika nanti aku menikah apakah sanggup aku untuk membahagiakan istriku kelak dan apakah aku diberi kepercayaan oleh TUHAN untuk mengasuh anak? Semua pertanyaan itu sampai saat ini belum ada jawabannya tapi aku yakin kalau aku bisa dan aku percaya itu. Jika kita ingin bisa kita harus berusaha dan berani mengambil semua resikonya, ketakutan adalah musuh yang paling besar dan bersemayam didalam hati kita. Ketakutan tak akan menghasilkan apa2 kalo kita menuruti rasa takut tersebut ,jadi rasa takut itu hanyalah setan yang diturunkan Yang Maha Kuasa untuk menguji mental dan iman kita.

Sebagian dari kita hanya ingat kepada Sang Pencipta disaat menderita dan akan lupa segalanya disaat bahagia, pernahkah anda menyebut nama-Nya disaat anda bahagia? 70% dari kita menjawabnya TIDAK, sesungguhnya kita hanyalah mayat hidup yang waktu lahir tidak memakai sehelai benang pun dan tidak berbekal apapun. Hanya dengan kehendak-Nya lah kita bisa seperti sekarang ini tapi mengapa ada juga diantara kita masih ada yang mengeluh dengan hidupnya? Kita lahir dengan sempurna dan tidak memiliki kekurangan satu organ pun adalah anugerah yang paling mulia dan kita harus mensyukurinya!

Jaman seperti sekarang ini banyak manusia yang tak percaya dengan keberadaan Tuhan dan hanya percaya pada uang, uang, uang, dan uang. Karena dengan uang kita bisa hidup dan dengan uang kita bisa membeli kehormatan. Uang memang segala-galanya tapi tidak semuanya diukur oleh uang. Harga diri kita contohnya tak bisa dibayarkan dengan uang. Berapa harga diri kita dan apakah kita akan menjual diri kita dengan harga uang?. Kenapa kita tidak pernah berpikir kalo dengan kekuatanNya kita bisa mencari uang dan kenapa kita tak pernah menyadarinya kalo kelak kita meninggal tak akan berbekal satu koin pun.

Entry Filed under: Uncategorized. .



Leave a comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts

Archives