Cinta Tanah Air
August 12, 2006
Membangun perasaan cinta akan tanah air , pemerintah bisa mengambil pelbagai jalan yang mengacu kepada nasionalisme. Pemerintah bisa melakukan dengan jalan negatif atau dengan jalan yang positif dan pragmatis dalam membangun perasaan rakyatnya agar cinta akan tanah airnya bisa tumbuh.
Stimuli yang negatip kita lihat cara2 ala Korea Utara. Propaganda nasionalisme yang meng-gebu2 tapi pragmatisme tidak kelihatan, karena rakyatnya kurus kerontang ditindas oleh tirani. Ada yang menstimuli rakyatnya dengan jual "kecap nomor satu" dan mencari musuh diluaran agar problem yang dihadapi dalam negeri dilalaikan oleh rakyat yang tertindas.
Tapi jalan Jerman perlu mendapatkan perhatian sepenuhnya. Betapa negeri ini setelah kalah PD II dan menjadi paria diantara komuniti negara sedunia , Jerman bisa dengan mulus menjadikan negara Jerman sebagai tauladan, bagaimana cara membangun nasionalisme, nasionalisme yang sehat. Sebetulnya pemerintah Jerman secara tidak langsung dan bisa dikatakan secara pasif men-stimuli perasaan nasionalisme rakyatnya dengan cara tauladan yang bermakna dan adab. Tidak saja dalam negerinya tapi juga kepada dunia luar.
Seperti sudah dikatakan Jerman pasca PD II adalah sebuah negara paria apabila dilihat dari sudut reputasinya sebagai negara penjagal masal dan holocaust. Tapi dengan cara discreet , pelan2 tanpa banyak propaganda2 Jerman membangun reputasinya, dengan tindakan yang positif.
Semua Kanselir pasca PD II menyatakan penyesalannya atas kejadian kekejaman dalam PD II. Tanpa malu2 dan dengan rendah hati Kanselir Willie Brandt bertekuk lutut menyatakan penyesalannya dihadapan tugu peringatan korban perang di Polandia. Willie Brandt adalah penerima hadiah Nobel untuk Perdamaian tahun 1971. Willie Brandt memusatkan politik LN-nya dengan pendekatan/hubungan baik dengan mantan2 musuh Jerman (Politik der Versoehnung zwischen alten Feindlaendern). Disamping itu secara ketat dan dengan management yang rapih Jerman membangun ekonominya, yang tidak lama menjadi kekaguman dunia.
Dan yang paling membanggakan rakyat Jerman yalah sikap Jerman dalam membawakan dirinya, membawakan dirinya sebagai negara terhormat baik ucapan maupun tindak tanduknya.
Tidak bisa di anggap enteng juga bantuan ekonomi Jerman kepada negara2 berkembang. Bahkan dukungan dalam aspek ekonomi kepada negara Israel adalah bantuan terbesar diantara semua bantuan LN yang diterima Israel.
Inilah sifat positif suatu pemerintahan, mengakui kesalahan masa lalu, dan dari titik penyesalan membangun reputasinya secara ajeg sehingga komuniti dunia tidak lain hanya bisa menghormati negara Jerman sebagai negara yang beradab.
Contohnya kalau rakyat Jerman rupanya sudah terlepas dari belenggu perasaan bersalah bisa kita lihat dalam skala kecilnya yakni nasionalisme rakyat Jerman dalam menyongsong kejuaran World Cup Juli yang lalu. Tontonan rakyat Jerman yang membawa selain atribut negara bagiannya masing2 juga tidak lupa mengusung bendera nasionalnya secara meriah. Dimana2 pengunjung dalam pertandingan sepak bola ini tidak lupa membawa bendera nasionalnya secara menyolok dan meriah. Kiranya baru kali ini rakyat Jerman begitu terbuka mempertontonkan perasaan nasionalisme.
Inilah nasionalisme yang bisa dihayati ,dibangun dan distimuli oleh pemerintahnya, dengan catatan bahwa pemerintah yang bersangkutan membangun nasionalisme secara positif dengan memberikan contoh baik tidak saja di dalam negeri tapi juga ke dunia luar. Secara indirect rakyat negara semacam ini, dalam hal ini negara Jerman, rakyatnya akan terhayati dengan nasionalisme yang sehat. Rakyat Jerman tidak perlu lagi malu akan kesalahan masa lalu, karena baik pemerintah dan rakyatnya menunjukan sikapnya yang positif dalam membawakan dirinya dalam komuniti dunia.
Tidak saja teman2 saya yang pernah sekolah/studi di Jerman, teman2 saya tidak akan lupa bahwa mereka sekolah/studi di Jerman secara prodeo, tanpa dipungut biaya. Disinilah mereka semua terutama mereka2 yang mendapatkan bantuan Jerman ini, akan mengenang dan tidak akan melupakan Jerman yang mengulurkan tangan persahabatan melalui studi bebas ongkos. Anggie (nama salah satu teman saya), individuil merasakan se-olah2 Jerman termasuk juga salah satu tanah air-nya. Bila dia bisa merasakan kedekatannya dengan Jerman, apalagi orang2 Jerman asli itu sendiri, tentunya mereka akan bangga dengan prestasi negaranya.
Jadi akhir kata, rupanya negaralah yang pegang peranan penting. Pegang peranan penting bagaimana rakyatnya bisa cinta tanah airnya dan bangga akan tanah airnya. Memang dalam hal ini Jerman bisa dijadikan panutan negara2 yang ingin agar rakyatnya cinta kepada tanah airnya.
Bagaimana dengan Indonesia ???
Selamat Ulang Tahun Indonesia-ku
Entry Filed under: Uncategorized. .
2 Comments Add your own
Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
1. wiEke' | August 12th, 2006 at 9:14 pm
Jerman tuh dimana? jejere manukan?? sorry ya aku orang baru di surabaya…
2. Sandy | August 18th, 2006 at 5:08 am
manukan itu apa sama dengan burungan ya….