…sebuah roman…
March 16, 2006
Datanglah sebuah imaji mengiringi harapan
tak terlihat, hanya wanginya menggoda gundahku
sempurna…
khayalku ingin agar sempurna
Bak punuk disambut bulan yang terawang
aku terjatuh kedalam cahayanya
indah sekali, kawanku, walaupun hanya samar belaka
aku tak menyesal
sungguh, aku tak menyesal!
Semakin kukecap sinar itu, sadarku akan kelam disekitarnya
kelam yang selalu mengiringi bulan
ketika muncul di ufuk malam
Sungguhpun, semakin manis kurasa cahaya itu
walaupun hitam menelanku
Bodohkah? Aku yang masih terpana oleh cahaya lalu?
Kurasa tidak…
karena putihnya masih menerpa
lembut setiap buih galauku…
Entry Filed under: Uncategorized. .
Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Subscribe to the comments via RSS Feed