……….
March 23, 2006
bila kamu bertanya,mengapa kini aku membumi……,itu karena
aku telah sadar tak dapat menjadi awan mu,….memayungi riakan
langkah dan sampan di sungai mu
dekatkan telinga dan hati mu,maka kau kan mendengar
gemericik air di bumiku….
“Itulah airmataku……..”
Bila tiba tiba saja kamu tersadar,mengapa batinmu tak lagi
kerap mendengar “sapaku…”
Itu karna aku menjelma menjadi ‘udara’….
Kosong, hampa……..
Tak dapat kau lihat,….rasa dan dengar…..
Walaupun aku sesungguhnya ada disekelilingmu,…..
ada dihadapanmu…..menyentuh jemarimu,….bahkan
mendengar hembusan nafasmu.
aku menjadi ‘malam’,itu karna ’siang’ seringkali
menyiksaku,…mata yang terjaga dan terus
mengingatmu,hampir setiap saat membunuhku.
Malam datang, aku terbunuh….itulah saat terlega dan paling
menenangkan,
Siang datang,kembali ku tersiksa,sampai malam tiba di
peraduan….
dan bila saja engkau tiada lagi merindu,
tolong dengarkan syair ini……
“ku bahagia,
tlah sempat berusaha menjadi awanmu,walaupun akhirnya di
takdirkan menjadi bumi….
Ku bahagia,
tlah sempat menangis,dan menjadi udara…
Ku bahagia,
tlah sempat menyayangi perempuan yang teramat istimewa,…
Ku bahagia,
tlah dapat merelakan engkau,yang tersayang….mencari jiwa yang
paling kau cinta…….”
Aku menjadi ’selamat tinggal’……
Karena mungkin hanya kalimat itulah yang dapat membuatmu
bahagia……
Entry Filed under: Uncategorized. .
1 Comment Add your own
Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
1. Deuta | March 27th, 2006 at 3:12 am
???
???
gw coba… tuk merasakan apa yg lo rasa kan..