…dia…

February 14, 2006

Angin berhembus seolah melewati kalbu
Awan putih menggantung diatas langit biru
Disini aku merasakan angin berhembus
Disini aku menatap awan putih

Menunggunya sehari saja
Sejam, semenit, sedetik terasa begitu lama
Mencoba mengalihkan pikiran
Tapi tetap kembali pada satu titik dan titik itu adalah dia

Dia…
Datang bagai angin berhembus
Menusuk kedalam jiwa, merasuk kedalam pikiran

Menatapnya bagai menatap surga dunia
Membuatku melayang dan terbang pada langit ketujuh
Saat bibirnya membentuk senyuman seperti suatu keajaiban untukku

Dia
Membuat hati dan jiwa menyatu
Datang dengan sebuah senyuman
Pergi dengan pembelajaran

Entry Filed under: Uncategorized. .



1 Comment Add your own

  • 1.    vne  |  March 8th, 2006 at 8:13 pm

    hmmm… suka dech baca nYa menyentuh hati menyayat kalbu menguraikan air mata (ky ratapan anak tiri getoh…) tP suer ajah aQ qirain puisi2 ku yg gak sbrapa yg aq tulis udah yg plg oks sedunia hehe sok bgs neeh tP ternYata aQ ter… ter.. terpesona bc bLog Nya mas ini, lam kenal yach mas keep creative…

Leave a comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts

Archives