Cinta Yang Tak Mengikat
January 12, 2006
Aneh…saat pertama sesorang berkata bahwa dia sedang jatuh cinta, bahwa
dia melihat suatu kesempurnaan pada orang yang dicintainya, dia
mengaku bahwa dalam hatinya ada sebuah cinta untuk bisa dihadapi, dan
dijalani bersama. Tapi lagi-lagi waktu membuat semua berubah. Apa
harus memaki waktu karena menyebabkan semuanya berubah? Apa harus
membenci waktu hanya karena semua tak bisa kembali seperti dahulu?
Sesuatu yang pernah indah? Yang pernah damai?yang pernah manis?. Apa
benar waktu yang membuat seseorang yang pernah mengaku diri memiliki
“rasa” dalam hatinya, sekarang telah merenggut “rasa” itu? Kenapa
“rasa” bisa berkurang? Kenapa seseorang bisa berpaling dan mendapati
bahwa dia sudah jauh berubah?. Manusia…apa harus seegois itu? Kenapa
harus menyalahkan waktu? Bukan waktu yang membuat seseorang
berubah..tapi hati, hati bukan untuk dikurung, cinta bukan untuk
dibelenggu, bagaimana seseorang bisa mencinta jika harus selalu
tertekan? Bagaimana bisa hati merasa bebas, bila ada cinta posesif
yang mengurungnya? Bagaimana seseorang bisa tidak kekurangan “rasa”
jika pikiran membelenggunya untuk selalu berpikir dengan logika dan
harus mengikuti aturan main yang berlaku? Apa pernah sekalipun kau
berpikir bahwa cintamu untuknya bisa mengurung hatinya? Bahwa bisa
memenjarakan cintanya yang seharusnya bebas?. Membelenggu itu bagai
rantai, terikat…tapi tak semua hati bisa dan mau terikat, mungkin
belum…jika memang tak bisa terikat, maka jangan pernah mengikat.
Entry Filed under: Uncategorized. .
Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Subscribe to the comments via RSS Feed