apakah ada?

January 12, 2006

Yah…aku masih menunggu, mungkin aku terlalu banyak berpikir, berkhayal
dan bermimpi. tapi aku tidak menganggap itu salah, toh semua orang
yang punya “rasa” dalam diri mereka juga pasti begitu?. Aku memimpikan
sebuah cinta…tidak bukan cinta biasa, bukan cinta yang dilihat dari
suatu pandangan saja, bukan cinta dengan ego dan fisik tapi cinta yang
lebih jauh…lebih dalam dari cuma sekedar “menyentuh”. Aku berkhayal
mendapatkan cinta itu pada sesosok bidadari cantik bermahkota indah
yang datang sambil membawa seluruh kotak berisi cinta yang bersinar
lebih indah dari emas. Mungkin kedengarannya lucu, mungkin juga aneh,
pada saat ini dimana ada orang seperti itu? Dimana ada bidadari cantik
seperti itu? Memang…itu mungkin karena aku banyak membaca buku cerita
yang selalu berakhir dengan happy-end. Tapi apa salahnya membuat
pikiran lebih mudah dengan khayalan tersebut? Nggak salah kan?.
Sebenarnya dulu otakku sering terbagi dua, dan memperdebatkan tentang
hal “cinta sejati”, aku belum pernah mendapat cinta sejati dalam
hidupku. Selama ini yang ada hanya cinta yang tak berbalas dan luka
yang tak mau sembuh, sehingga kadang saat sisi jahatku timbul dan
tertawa mengejek “hahaha…kau tak perlu bermimpi seperti itu, sekarang
ini dimana cinta sejati itu? Cinta sejati itu tak ada”. Aku terdiam,
aku ingin menyangkal tentang hal itu, tapi bagaimana? Aku tak pernah
melihat cinta sejati itu dan bahkan tak pernah merasakannya, jadi
Mungkin memang benar cinta sejati itu tak ada…Tapi ternyata salah…aku
pernah melihat cinta sejati itu, bukan hanya melihat tapi hidup
bersama dengannya, ya…aku melihat cinta sejati itu pada kedua orang
tuaku, aku berkata bagaimana mungkin dua orang yang berbeda watak dan
karakter hidup selaras pada atap yang sama selama berpuluh-puluh
tahun?papa dengan ketegasannya dan mama dengan kelembutannya. Papa
dengan kebijaksanaannya dan mama dengan kedewasaannya, papa dengan
sifat yang panas dan emosi yang menggebu dan mama dengan otaknya yang
selalu dingin dan hati yang selalu hangat, mereka membangun dunia yang
terhebat menurutku, dibangun dengan sebuah kasih yang tidak
setengah-setengah, kasih yang tidak egois, kasih yang tidak pernah
berat sebelah. Dunia mungkin menyakitiku, dunia mungkin bukan sebuah
roman, tapi aku selalu melihat roman, kasih dan cinta sejati pada mata
kedua orang tuaku. Dan aku berterima kasih pada Allah SWT, yang
berbaik hati memberikan padaku orang tua terbaik yang pernah aku
temui. Dan aku masih menunggu…terus akan menunggu, sampai bidadariku
datang dan membawakanku kotak berisi cinta sejati.

Entry Filed under: Uncategorized. .



Leave a comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts

Archives