Cahaya Milikku
October 23, 2005
Dahulu aku ibarat bintang kecil di langit
Yang tampak bersinar di tengah gelapnya malam
Berkerlap-kerlip dengan indahnya
Tersenyum bercahaya dengan bahagia
Namun di saat pagi menjelang
Aku mulai menghilang
Sinarku tak lagi dapat terlihat
Tertutup oleh cahaya terang sang mentari
Kini aku tahu
Bahwa cahayaku hanyalah ilusi
Hanya sebuah bias dari cahaya yang lain
Aku tak pernah memiliki cahayaku sendiri
Aku ingin seperti sang mentari
Yang bersinar terang di siang hari
Dan tetap bersinar di malam harinya
Melalui sang rembulan dan sang bintang
Namun ia tetap memiliki cahayanya sendiri
Yang akan selalu bercahaya dengan indahnya
Bersinar dengan kuat di pagi hari
Bersinar dengan lembut di malam hari
Apabila manusia menjadi seperti sang mentari
Yang memiliki cahaya di dalam dirinya
Nampak iman dan tekad yang kuat dalam hatinya
Tetapi lemah lembut dalam kata-kata dan perbuatannya
Entry Filed under: Uncategorized. .
Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Subscribe to the comments via RSS Feed