Kepak Sayap
September 30, 2005
pagi tadi aku bersedih
karena pedih, perih
pada sunyi
dan
aku sendiri tangisi mimpi
seorang sahabat bilang
sudahlah untuk apa mencari-cari
tunggu saja esok lagi
sabar saja untuk apa tergesa
waktu tak iri pada ruang
kamboja yang sendiri saja
masih bisa tersenyum
walau lilin lupa pada lalu
jika petang mengganggumu
berujarlah padaku
bilang
bahwa kau ingin capai mimpi
jika malam datang
tatap bintang tapi jangan lama-lama
nanti matamu luka
jangan mengacungkan tinju
nanti sayapmu retak
dan kau tak bisa berkepak
Entry Filed under: Uncategorized. .
Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Subscribe to the comments via RSS Feed